DMI.OR.ID, ALOR – Yayasan Koordinator Komunitas Peduli Ummat Antar Kota untuk Pembangunan (KOMPAK) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Khatib dan Imam pada Selasa (3/11) hingga Rabu (4/11) di Pulau Pantar, Kecamatan Baranusa, Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Kegiatan ini mengambil tema Luruskan Niat, Luaskan Wawasan & Tingkatkan Kemampuan Dakwah dan menghadirkan Ketua Umum Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khoiru Ummah, Ustadz Drs. H. Ahmad Yani, yang juga Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Pembicara lainnya ialah Ustadz H. Saat Mubarok Lc dari Pusat Studi Islam Al-Manar. Acara ini didukung pula oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq & Shodaqoh (LAZIS) PT. Pembangkit Listrik Negara (PLN). Dalam rilis yang diterima DMI.OR.ID, pada Rabu (4/11), Ustadz Yani tampak menggunakan kain tenun tradisional khas Alor, NTT, sebagai selendang di lehernya.

“Daerah ini sangat gersang, panas terik, dan pepohonan kecil banyak yang sudah mati setelah sekian lama tidak turun hujan alias musim kemarau panjang. Bahkan, bukit-bukit yang dilewati oleh kapal tampak sekali warnanya tidak hijau lagi, malinkan cokelat kekuning-kuningan karena sudah mati,” jelas Ustadz Yani.

Kondisi ini, lanjutnya, semakin memprihatinkan karena kapal-kapal pun hanya datang dan berangkat seminggu sekali. Di daerah ini juga tidak ada penginapan, apalagi hotel. “Kata panitia ada satu penginapan di dekat pelabuhan, tetapi airnya asin, sehingga saya menginap di rumah Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) setempat, Ustadz H. Rahman Alamsyah, di Kecamatan Baranusa,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani