Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), meresmikan Masjid As Sholihin di Yokohama, Jepang, pada Jumat (10/4). Dalam peresmian tersebut, JK menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat persatuan umat, pembinaan akhlak, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat Muslim, khususnya diaspora Indonesia di Jepang.
Menurut JK, keberadaan masjid bagi komunitas Muslim di luar negeri menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah warga Indonesia di Jepang, yang kini banyak didominasi oleh kalangan pekerja. Kondisi ini menuntut hadirnya ruang ibadah yang sekaligus dapat menjadi wadah silaturahmi, pendidikan, dan pembinaan umat.
JK juga mengingatkan bahwa keberlangsungan fungsi masjid sangat ditentukan oleh keterlibatan semua unsur. Mulai dari pihak yang berkontribusi dalam pembangunan, pengelola atau takmir, hingga jamaah. Ketiganya perlu berjalan beriringan agar masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, JK turut menyinggung bahwa masyarakat Jepang memiliki budaya kehidupan yang dalam banyak hal sejalan dengan nilai-nilai akhlak dalam Islam. Ia menilai, kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, serta kebersihan yang kuat di Jepang dapat menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat karakter umat.
DMI berharap Masjid As Sholihin dapat dimanfaatkan secara luas untuk berbagai kegiatan. Tidak hanya pelaksanaan ibadah, tetapi juga pendidikan, pembinaan anak dan generasi muda, serta memperkuat ukhuwah dan kebersamaan warga Indonesia di Jepang. Peresmian ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi banyak pihak dalam mendukung kebutuhan spiritual dan sosial diaspora Indonesia.

