DMI.OR.ID, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Masjid sejak Senin (16/10) hingga Kamis (19/10) di Mess Pemkab Bangka, Sungailiat, Bangka, Bangka Belitung (Babel).

Seperti dikutip dari laman http://www.bangka.go.id, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indoensia (DMI) dan Pimpinan Daerah (PD) DMI Kabupaten Bangka. Turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, M.A., sebagai narasumber dalam acara ini.

Hadir pula Bupati Bangka, Ir. H. Tarmizi H Saat, M.M., selaku narasumber sekaligus menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan ini. Acara ini mengangkat tema bertajuk Melalui Diklat Manajemen Masjid, Mari Kita Wujudkan Bangka yang Bermartabat Dengan Berbudaya yang Agamis.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptaan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas dan Berprestasi Dalam Mengelola Administrasi dan Memakmurkan Masjid.

Harapannya, 50 peserta acara yang berasal dari 25 masjid se-Kabupaten Bangka ini mampu mewujudkan Negeri Sepintu Sedulang yang Maju, Aman, Tertib, Mandiri, Komunikatif, Berbudi Luhur, serta Makmur dan Sejahtera.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka menegaskan bahwa kegiatam Diklat manajemen masjid sangat penting unntuk menghasilkan ummat yang berkualitas dalam hal keimanan, keislaman, dan keikhlasan. “Diklat manajemen masjid ini sangat penting untuk membangun iman dan Islam kita,” tutur H. Tarmizi.

“Saya dulu sering berkecimpung di dalam masjid, jadi muazin, imam, khatib dan juga memandikan jenazah waktu masih sekolah dan kuliah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bangka ini, acara ini juga bertujuan untuk mengingatkan aparat desa agar bisa mengurus masjid dengan baik. “Masjid itu bisa menjadi aset desa, sehingga pengurusan dan pengelolaannya harus lebih baik,” ucapnya.

Ia pun berharap agar Diklat Manajemen Masjid ini dapat menjadi kunci bagi terciptanya kualitas masjid yang lebih baik lagi di masa depan sehingga masjid memiliki arti yang lebih luas lagi. “Mudah-mudahan masjid-masjid di Bangka dapat lebih dibersihkan, diperindah, dan dimakmurkan lagi,” paparnya.

Menurutnya, menjadi Muslim itu gampang dilihat orang lain. “Yang susah itu menjadi orang beriman. Kita bisa lihat di masjid waktu Shubuh, ada sholat di masjid, itu cirinya,” jelasnya.

H. Tarmizi juga berharap agar di masa depan, masjid memiliki peran dan fungsi sebagai tempat ibadah sekaigus untuk pembangunan rohani dan akhlaq manusia.

Penulis Muhammad Ibrahim Hamdani