DMI.OR.ID, BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Aceh turut memfasilitasi kedatangan tiga orang syeikh asal Arab Saudi untuk menjadi imam sholat Tarawih dan qiyamul lail (sholat malam) selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, sejak malam ke-21 hingga akhir Ramadhan nanti.

Ketua PW DMI Provinsi Aceh, Ustadz H. Fachruddin Lahmuddin, S.Ag, M.Pd, menyatakan hal itu pada Senin (6/7), seperti dikutip dari laman http://aceh.tribunnews.com. Menurutnya, ketiga syeikh itu bernama Syeikh Yahya Ahmed Al Zahrani, Syeikh Mohammed Ahmed Al Zahrani, dan Syeikh Sulaiman Al Ziyadi.

“Ketiga syeikh asal Arab Saudi itu akan menjadi imam sholat tarawih dan qiyamul lail berjama’ah di Masjid Agung Al-Makmur (Masjid Oman) di Kecamatan Lampriek, dan Masjid Baitul Musyahadah (Kupiah Meukutop) di Kecamatan Seutui, Kota Banda Aceh,” tutur Ustadz Fachruddin pada Selasa (6/7

Di masing-masing masjid itu, lanjutnya, seorang syeikh akan menjadi imam Tarawih dan Qiyamul Lail sejak malam 21 Ramadhan hingga akhir puasa. Sedangkan seorang syeikh lainnya akan menjadi imam pada malam 21 dan 22 Ramadhan sekaligus imam shalat Idul Fitri di Masjid Jamik Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Di luar jadwal itu, jelasnya, syeikh yang bertugas di Masjid Jamik Kopelma akan menjadi imam Tarawih dan Qiyamul Lail di Masjid Agung Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dan Masjid Baiturrahman, Kota Lhokseumawe.

“Syeikh mana yang akan bertugas di Masjid Omam, Masjid Kupiah Meukutop, dan Masjid Jamik Kopelma Darussalam akan kita tentukan nanti,” ujarnya.

Walaupun setiap syeikh sudah ditentukan jadwalnya di Masjid Oman dan Masjid Kupiah Meukutop, namun jika ada waktu syeikh-syeikh itu akan dibawa ke beberapa masjid lain di Banda Aceh untuk menjadi imam shalat Subuh atau waktu shalat lainnya. “Ketiga syeikh itu akan tiba di Banda Aceh besok, Selasa (7/7), paparnya.

Menurutnya, qiyamul lail akan dilaksanakan pada pukul 02.30-04.00 WIB, sebagai program untuk menghidupkan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Ini sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memperbanyak ibadah, seperti melaksanakan shalat malam.

“Khusus di Masjid Agung Al-Makmur Lampriek juga disediakan makan sahur gratis untuk jamaah,” tambahnya. PW DMI Provinsi Aceh turut memfasilitasi kedatangan ketiga syeikh itu, bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh,” ungkapnya.

Terkait biaya untuk dua orang syeikh selama di Aceh, paparnya, telah ditanggung oleh Pemkot Banda Aceh melalui dinas syariat Islam Kota Banda Aceh. Sedangkan seorang lagi ditanggung oleh Pemerintah Aceh Aceh melalui Biro Isra Sekretariat Daerah (Setda) Aceh.

“Kepada siapa saja yang ingin melaksanakan Qiyamul Lail sejak malam besok (malam ini-red) sampai akhir Ramadhan nanti, dipersilakan datang ke Masjid Oman Lampriet atau Masjid Kupiah Meukutop Seutui,” imbuhnya.

Menurutnya, PW DMi Aceh mendatangkan kembali syeikh dari Arab Saudi pada tahun ini karena tahun 2014 lalu masyarakat cukup antusias mengikuti kegiatan serupa di Masjid Agung Al-Makmur Lampriek,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani