DMI.OR.ID, JAKARTA – Peluncuran perdana (Grand Launching) Tafsir Midadurrahman sebanyak 115 volume karya Mufti Kesultanan Palembang Darussalam, Asy-Syaikh KH. Shohibul Faroji Azmat Khan, M.A., telah berlangsung pada Sabtu (27/2), bertempat di Baitul Qur’an dan Museum Istiqlal Taman ini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Dalam acara ini, Syaikh Shohibul Faroji Azmat Khan juga mendapatkan anugerah dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penulis Tafsir Al-Qur’an Terlengkap: 30 Juz, 115 Volume. 

Penghargaan serupa diberikan Museum Rekor Terhebat Indonesia (MURTHI) dalam bentuk Anugerah Rekor Supranatural Indonesia (RESI) atas Pencapaian Prestasi yang Luar Biasa, Golden Achievement Cultural Award, (Menulis Tafsir Midadurrahman 115 vol). Bahkan Museum Rekor Nahdlatul Ulama (MRNU) juga memberikan penghargaan sejenis.

Turut hadir Sultan Palembang Darussalam, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, yang juga Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (YARASUTRA). Sultan Iskandar hadir untuk memberikan sambutan atas terbitnya Tafsir Midadurrahman ini. Ia juga memberikan kata pengantar dalam Tafsir Midadurrahman ini.

Hadir juga Ketua Umum Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushalla Indonesia (Fahmi Tamami), H. Rhoma Irama. Bahkan aktor yang dikenal sebagai raja dangdut itu juga memberikan kata pengantar dalam Tafsir Midadurrahman ini.

Acara ini diselenggarakan bersama oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), MURI, Majelis Dakwah Wali Songo, dan YARASUTRA, serta Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Fahmi Tamami.

Sejumah tokoh agama juga memberikan kata pengantar dalam kitab Tafsir Midadurrahman ini, yakni Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, DR. KH. Makruf Amin, Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., dan pakar tafsir Al-Qur’an, Prof. Dr. H. Quraish Shihab, M.A.   

Tafsir Midadurrahman ini sangat istimewa karena menjadi tafsir Al-Qur’an yang terpanjang di Indonesia, bahkan di dunia. Tafsir ini terdiri dari 8.500 halaman atau 115 volume dan terbagi dalam 30 juz. Tafsir ini merupakan karya ke 30 Syaikh Shohibul Faroji yang telah ditulis sejak usia 14 tahun dan membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyelesaikannya hingga kini.

“Tafsir Midadurrahman ditulis dengan metode sanadiyyah yang sanadnya bersambung dari ulama-ulama Nusantara, melalui Wali Songo, hingga sanad Rasulullah Muhammad SAW,” tutur Syaikh Shohibul Faroji pada Rabu (20/4) pagi, dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID.

Tafsir ini, lanjutnya, merupakan rangkaian dari 313 tafsir-tafsir sebelumnya, serta dikaji secara kritis dan mendetail dari berbagai perspektif ilmu Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan umum.

“Tafsir Midadurrahman ini ditulis dalam bahasa Arab dengan harapan dapat dibaca dan dipelajari oleh ummat Islam di seluruh dunia, khususnya di pesantren-pesantren, universitas Isam, beragam organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, partai-partai politik Islam serta para peneliti Al-Qur’an di seluruh Indonesia dan di dunia,” ungkap Syaikh Shohibul Faroji.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani