DMINEWS, DEPOK – Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI) harus menjadi oase peradaban dan pesantren besar bagi ummat Islam Indonesia, khususnya sivitas akademika UI.

Ketua Dewan Pengurus Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Periode 2015-2017, Dr. H. Muhammad Luthfi Zuhdi, MA, menyatakan hal itu dalam acara Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Baru pada Sabtu (23/5) siang di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI, Depok.

Masjid adalah bagian yang sangat penting dan sentral bagi ummat Islam. Sejarah berbagai perguruan tinggi Islam berasal dari masjid. “Sudah sepatutnya UI menjadi bagian dari oase peradaban masjid Ukhuwah Islamiyah. Mari wujudkan Masjid ini menjadi pesantren besar bagi bangsa Indonesia, khususnya Sivits Akademika UI,” ujar Luthfi dengan penuh semangat dalam sambutannya, Sabtu (23/5) siang.

Luthfi pun merasa bersyukur dan bergembira dapat menjadi bagian dari pengurus masjid Ukhuwah Islamiyah UI. “Meskipun posisi struktural kami masih belum jelas di lingkup internal UI, namun di hadapan Allah SWT posisi pengurus masjid sudah sangat jelas selama dijalani dengan ikhlash,” tutur Luthfi.

Menurutnya, selama ini keberadaan masjid di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Lihat saja pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta, musholla dan masjid ditaruh di dekat toilet, di lantai basement dan sanitasinya (kebersihan, air wudhu) masih buruk. “Hal ini terjadi akibat tidak adanya regulasi pemerintah yang memadai terkait keberadaan masjid,” ungkapnya.

Ia pun berjanji akan melanjutkan dan meneruskan perjuangan serta hal-hal baik yang telah dilakukan oleh pengurs lama, khhususnya dalam bidang keuangan, administrasi, pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS), serta kegiatan masjid yang telah berjalan rutin dan bermanfaat besar bagi bangsa Indonesia.

“Selamat bergabung untuk seluruh pengurus baru Masjid Ukhuwah Islamiyah UI. Mari kita awali kepengurusan ini dengan niat ikhlas, karena kalau tidak ikhlash anda akan kecewa dan timbul penyesalan berat, malah hanya dapat lelahnya saja,” ungkapnya.

Terima kasih yang setinggi-tingginya untuk pengurus lama maupun pengurus baru Masjid Ukhuwah Islamiyah. “Mudah-mudahan menjadi ladang amal kita di akhirat nanti. Semua perbuatan kita akan dipertanggungawakan di akhirat kelak,” harapnya.

Luthfi pun berjanji akan mengajak dan mengikutsertakan lembaga-lembaga dan mitra strategis Masjid Ukhuwah Islamiyah yang selama ini telah bekerjasama dan mewarnai berbagai kegiatan di masjid ini.

“Visi besar yang dimiliki kepengurusan Masjid UI saat ini harus bisa dilaksanakan oleh Forum Remaja Masjid (FRM) dan Depok Islamic Study Cyrcle (DISC) Masjid Ukhuwah Islamiyah UI serta Nuansa Islam Mahasiswa (SALAM) UI dan Rohis-rohis di fakultas. Saya kira, visi besar ini akan ringan jika kita jinjing dan perjuangkan bersama-sama,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Luthfi, Sivitas Akademika UI yang bergama Islam dapat memiliki bekal dan nilai-nilai universal Islam dari Masjid Ukhuwah Islamiyah UI. Dalam kepengurusan ini, terpilih sebagai Wakil Ketua 1 yakni: Dr. H. Abdul Muta’ali, MA, MIP dan Wakil Ketua 2 yakni: Dr. Drs. H. Kamaruddin, M.Si. Adapun Sekretaris ialah Sihabuddin Afroni, Lc, MA dan Ahmad Yasin, SQ., MA. Sedangkan Keuangan dijabat oleh Heri Widodo, SE, AK.

Sementara Dewan Mustasyar terdiri dari tujuh orang, yakni Dr. H. Zakky Mubarak, MA, Prof. Dr. Eko Prasojo, Dr. Ir. Dodi Sudiana, Drs. H. Mujilan, MA, Prof. Dr. Uswatun Hasanah, MA, Drs. H. Zaenal Abidin Anwar, dan Hj. Sulaiman Lubis, SH, MH.

Dalam acara ini, Ketua Dewan Pengurus Masjid Ukhuwah Islamiyah UI yang baru terpilih, Drs. H. Muhammad Luthfi Zuhdi, MA menerima estafet dari dewan pengurus masjid sebelumnya, Drs. H. Mujilan, MA. Hal ini berdasarkan Keputusan Rektor UI Nomor: 1117/SK/R/UI/2015 Tentang Struktur Organisasi, Uraian Tugas dan Pengurus masjid ukhuwah Islamiyah UI.

Penulis: Muhamad Ibrahim Hamdani